Senin, 21 April 2014

BEST PRACTICE - 1



BEST PRACTICE : ‘MY MAG’ SEBAGAI PORTOFOLIO SISWA
FITRIYANTI SHIDDIEQ
GURU SMP NEGERI 2 MADIUN


I.                  PENDAHULUAN
Implementasi kurikulum 2013 baru berjalan satu semester tetapi guru diharapkan sudah mampu menterjemahkan visi misi kurikulum baru ini di dalam ruang kelasnya dengan baik.  Perbedaan mendasar yang menjadi perhatian guru ketika mengajar menggunakan kurikulum 2013 ini adalah proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dimana kemampuan bertanya dan menalar menjadi proses penting.  Fenomena alam dan fenomena sosial menjadi titik berat obyek pengamatan.  Siswa diharapkan lebih peka dalam melakukan observasi( menyimak, melihat, membaca, dan mendengar), bertanya, bernalar, menyimpulkan, dan mempresentasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima pelajaran.
Hal penting lagi yang harus dicermati oleh guru  dalam implementasi kurikulum 2013 adalah sistem penilaian yang meliputi tiga ranah; sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.  Hal ini sangat rasional karena memang profesi guru seharusnya tidak hanya transfer ilmu kepada siswa tapi guru harus bisa menjadi model yang terbaik dalam pengembangan karakter dan ketrampilan.  Ketika siswa belajar pada guru maka sebenarnya mereka sedang melakukan aktifitas membentuk karakter untuk memperoleh suatu ilmu pengetahuan dan ketrampilan melalui pengalaman- pengalaman yang dipunyai oleh gurunya. Karenanya, guru diharapkan mampu memberikan pengajaran yang maksimal dan seadil- adilnya meliputi ketiga ranah tersebut.
Pendekatan saintifik dan penilaian yang meliputi tiga ranah berimplikasi pada tugas- tugas yang harus diselesaikan siswa.   Tugas- tugas yang dikerjakan siswa harus merefleksikan kompetensi yang dimiliki.  Guru harus proporsional dalam menentukan penilaian, baik penilaian sikap, pengetahuan, ataupun ketrampilan.  Guru juga harus mampu mengemas pembelajaran seinteraktif dan semenarik mungkin sehingga proses pembelajaran bisa berjalan maksimal.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, penulis telah melakukan apa yang  dia mampu untuk membuat suasana kelasnya terselenggara dengan interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi siswa.  Hal ini tentu saja tidak mudah tapi penulis percaya bahwa apa yang telah dilakukan di kelas masih bisa dikembangkan dan disempurnakan di masa yang akan datang.
II.                 PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
Salah satu permasalahan yang dihadapi penulis ketika mengumpulkan hasil karya  anak , mengoreksi, dan menilainya  adalah hasil koreksian belum bisa terdokumentasi dengan baik.  Yang terjadi adalah kertas- kertas hasil kerja anak yang penuh coretan guru masih hanya sekedar coretan yang kurang dimaknai oleh siswa.  Ketika penulis memajang hasil karya siswa yang sudah direvisi, setelahnya hasil pajangan itu hanya kertas yang hilang entah kemana. Disini penulis mulai berpikir untuk membuat portofolio siswa agar hasil karya mereka bisa terdokumentasi dengan baik, dapat menjadi bahan pelajaran, menarik, dan membuat bangga dan percaya diri .

III.               STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
Istilah portofolio berasal dari kata kerja ‘potare’ berarti membawa dan kata benda bahasa latin ‘foglio’, yang berarti lembaran atau ‘kertas kerja’. Portofolio tempat berisikan benda pekerjaan, lembaran, nilai dan profesional. Dalam konteks penelitian ini Portofolio adalah koleksi berharga dan berguna berisikan pekerjaan siswa yang menceritakan atau menerangkan sejarah prestasi atau pertumbuhan siswa. Portofolio umumnya suatu fakta bahwa siswa ‘mengumpulkan, menseleksi, dan merefleksi penilaiannya (Sharp, 2006:1).
           
Portofolio berisikan beragam tugas; disebut juga artifak, antara lain : draft mentah, nilai, makalah, benda kerja, kritik dan ringkasan, lembaran refleksi diri, pekerjaan rumah, jurnal, respon kelompok, grafik, lembaran catatan dan catatan diskusi. Beberapa cara baru seperti: note book, multi media, disket, flashdisk, map lipat, dan file internet (Sharp, 2006:1).
Berdasar definisi Sharp diatas, penulis mengembangkan bentuk majalah sebagai portofolio anak.  Penulis menamainya sebagai  my mag’   ,singkatan dari my magazine( majalahku).  My mag berisi kumpulan tugas siswa yang sudah direvisi oleh guru dan ditulis ulang oleh siswa yang kemudian dijadikan majalah.  Siswa harus membuat majalahnya semenarik mungkin karena daya kreatifitas dan kerapian bisa menjadi tambahan nilai untuk siswa.
            Agar tidak melenceng dari silabus, my mag  berisi topik- topik yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar yang harus dicapai siswa. Topik greeting dan  introducing menjadi topik awal dalam my mag, sesuai dengan KD 3.1 -3.2 dan 4.1- 4.2.   Kemudian dilanjutkan dengan topik my daily activity ( sesuai KD 3.3 dan 4.3).  Topik selanjutnya adalah my family   ( KD 3.4 dan 4.3) dan I love ….(KD 3.5 dan 4.5)
Contoh – contoh  sampul my mag
 
                        Di awal semester penulis sudah menginformasikan kepada siswa bahwa tugas- tugas yang sudah dikerjakan dan dikoreksi harus ditempel di majalah.  Jadi semisal penulis meminta siswa membuat teks tulis tentang daily activity  (KD 4.2),  memperagakannya di depan kelas, selama proses tersebut, penulis membuat koreksi- koreksi sekaligus penilaian kepada siswa, sesudah mendapat revisi dan masukan, siswa menulis kembali teks daily activitynya dalam majalah sebagai dokumennya
IV.              FAKTOR PENDUKUNG
Salah satu ciri khas kurikulum 2013 dibandingkan dengan kurikulum terdahulu adalah dalam kurikulum 2013 ini kreatifitas siswa lebih dihargai dan dimaksimalkan.  Bagi penulis ini adalah faktor pendukung terpenting karena berhubungan dengan minat dan imajinasi siswa.  Penulis tidak membatasi kreatifitas tersebut, siswa bisa menggunakan bahan, tulisan, warna sesuai yang mereka inginkan.  Penulis membebaskan siswa bereksperimen dengan majalahnya. Siswa bisa menggunakan pita warna- warni, gambar kartun, gambaran sendiri atau pernak- pernik untuk menghias majalahnya.
Faktor pendukung yang lain adalah antusias siswa dalam membuat portofolio my mag ini.  Mereka sangat menikmati saat- saat harus menempel tugas dan menghias majalahnya.  Mereka juga bisa berbagi bahan dengan teman.  Pada awal mula pembuatan my mag, penulis memandu siswa membuat majalah tersebut.  Membimbing siswa untuk membuat majalah sesuai dengan keinginan mereka dengan tanpa harus mengorbankan isinya.  Pada sesi – sesi selanjutnya siswa mengerjakan berkelompok seusai pulang sekolah.
 Faktor dukungan dari sekolah juga sangat membantu siswa.  Dengan adanya free hotspot siswa dapat browsing materi, gambar, atau bahan lainnya dengan leluasa dan gratis.  Bahan- bahan kertas , alat tulis, pensil warna, lem dan lain sebagainya juga tersedia di koperasi sekolah dengan harga yang terjangkau.  Siswa juga  bisa membeli secara patungan dan digunakan bersama- sama.
Siswa secara berkelompok berbagi bahan dan bekerja sama
Siswa sedang menunjukkan hasil karya my mag nya
V.                 LANGKAH- LANGKAH KEGIATAN
Dalam  pembuatan portofolio my mag ini penulis melaksanakan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian sebagai bagian dari proses kegiatan belajar mengajar di kelas.
a)    Perencanaan kegiatan Portofolio my mag
Berikut ini adalah beberapa langkah yang dilakukan penulis dalam merencanakan kegiatan portofolio.
(1)        Menentukan kompetensi dasar (KD) yang akan dicapai melalui tugas portofolio pada awal semester dan diinformasikan kepada siswa.  

NO
KOMPETENSI DASAR
TAGIHAN
WAKTU PELAKSANAAN
1.2       Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar komunikasi internasional yang diwujudkan dalam semangat belajar.
2.2.      Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan komunikasi transaksional dengan guru dan teman.

1
3.1 Memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada ungkapan sapaan, pamitan, ucapan terimakasih, dan permintaan maaf, serta responnya, sesuai dengan konteks penggunaannya.
4.2  Menyusun teks lisan dan tulis sederhana untuk menyatakan, menanyakan, dan merespon perkenalan diri, dengan sangat pendek dan sederhana, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.


Topik ‘Greeting’ sebagai sampul my mag, meliputi identitas majalah seperti edisi, tanggal penerbitan, foto siswa dan ‘greeting’ yang berisi sapaan kepada pembaca dan perkenalan diri


Minggu pertama bulan September

2
3.1 Memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada ungkapan perkenalan diri, serta responnya, sesuai dengan konteks penggunaannya.

4.2Menyusun teks lisan dan tulis sederhana untuk menyatakan, menanyakan, dan merespon perkenalan diri, dengan sangat pendek dan sederhana, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

Topik perkenalan diri yang berisi informasi rinci siswa berkenaan dengan hobi, hal- hal yang disukai siswa seperti warna, makanan, atau artis

Minggu ketiga bulan september

Tidak ada komentar:

Posting Komentar