BEST
PRACTICE : ‘MY MAG’ SEBAGAI PORTOFOLIO SISWA
FITRIYANTI SHIDDIEQ
GURU SMP NEGERI 2
MADIUN
I.
PENDAHULUAN
Implementasi kurikulum 2013 baru berjalan
satu semester tetapi guru diharapkan sudah mampu menterjemahkan visi misi
kurikulum baru ini di dalam ruang kelasnya dengan baik. Perbedaan mendasar yang menjadi perhatian
guru ketika mengajar menggunakan kurikulum 2013 ini adalah proses pembelajaran menggunakan
pendekatan saintifik dimana kemampuan bertanya dan menalar menjadi proses
penting. Fenomena alam dan fenomena
sosial menjadi titik berat obyek pengamatan.
Siswa diharapkan lebih peka dalam melakukan observasi( menyimak,
melihat, membaca, dan mendengar), bertanya, bernalar, menyimpulkan, dan
mempresentasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima
pelajaran.
Hal penting lagi yang harus dicermati
oleh guru dalam implementasi kurikulum
2013 adalah sistem penilaian yang meliputi tiga ranah; sikap, pengetahuan, dan
ketrampilan. Hal ini sangat rasional
karena memang profesi guru seharusnya tidak hanya transfer ilmu kepada siswa
tapi guru harus bisa menjadi model yang terbaik dalam pengembangan karakter dan
ketrampilan. Ketika siswa belajar pada
guru maka sebenarnya mereka sedang melakukan aktifitas membentuk karakter untuk
memperoleh suatu ilmu pengetahuan dan ketrampilan melalui pengalaman-
pengalaman yang dipunyai oleh gurunya. Karenanya, guru diharapkan mampu
memberikan pengajaran yang maksimal dan seadil- adilnya meliputi ketiga ranah
tersebut.
Pendekatan saintifik dan penilaian yang
meliputi tiga ranah berimplikasi pada tugas- tugas yang harus diselesaikan siswa. Tugas- tugas yang dikerjakan siswa harus
merefleksikan kompetensi yang dimiliki.
Guru harus proporsional dalam menentukan penilaian, baik penilaian
sikap, pengetahuan, ataupun ketrampilan.
Guru juga harus mampu mengemas pembelajaran seinteraktif dan semenarik
mungkin sehingga proses pembelajaran bisa berjalan maksimal.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas,
penulis telah melakukan apa yang dia
mampu untuk membuat suasana kelasnya terselenggara dengan interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi
aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi siswa. Hal ini tentu saja tidak mudah tapi penulis
percaya bahwa apa yang telah dilakukan di kelas masih bisa dikembangkan dan
disempurnakan di masa yang akan datang.
II.
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
Salah satu permasalahan yang dihadapi
penulis ketika mengumpulkan hasil karya
anak , mengoreksi, dan menilainya
adalah hasil koreksian belum bisa terdokumentasi dengan baik. Yang terjadi adalah kertas- kertas hasil
kerja anak yang penuh coretan guru masih hanya sekedar coretan yang kurang
dimaknai oleh siswa. Ketika penulis
memajang hasil karya siswa yang sudah direvisi, setelahnya hasil pajangan itu
hanya kertas yang hilang entah kemana. Disini penulis mulai berpikir untuk
membuat portofolio siswa agar hasil karya mereka bisa terdokumentasi dengan
baik, dapat menjadi bahan pelajaran, menarik, dan membuat bangga dan percaya
diri .
III.
STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
Istilah
portofolio berasal dari kata kerja ‘potare’ berarti membawa dan kata benda
bahasa latin ‘foglio’, yang berarti lembaran atau ‘kertas kerja’. Portofolio
tempat berisikan benda pekerjaan, lembaran, nilai dan profesional. Dalam
konteks penelitian ini Portofolio adalah koleksi berharga dan berguna berisikan
pekerjaan siswa yang menceritakan atau menerangkan sejarah prestasi atau
pertumbuhan siswa. Portofolio umumnya suatu fakta bahwa siswa ‘mengumpulkan,
menseleksi, dan merefleksi penilaiannya (Sharp, 2006:1).
Portofolio
berisikan beragam tugas; disebut juga artifak, antara lain : draft mentah,
nilai, makalah, benda kerja, kritik dan ringkasan, lembaran refleksi diri,
pekerjaan rumah, jurnal, respon kelompok, grafik, lembaran catatan dan catatan
diskusi. Beberapa cara baru seperti: note book, multi media, disket, flashdisk,
map lipat, dan file internet (Sharp, 2006:1).
Berdasar
definisi Sharp diatas, penulis mengembangkan bentuk majalah sebagai portofolio
anak. Penulis menamainya sebagai ‘my mag’
,singkatan dari my magazine(
majalahku). My mag berisi kumpulan tugas siswa yang sudah direvisi oleh guru
dan ditulis ulang oleh siswa yang kemudian dijadikan majalah. Siswa harus membuat majalahnya semenarik
mungkin karena daya kreatifitas dan kerapian bisa menjadi tambahan nilai untuk
siswa.
Agar tidak melenceng dari silabus, my mag berisi topik- topik yang disesuaikan dengan
Kompetensi Dasar yang harus dicapai siswa. Topik greeting dan introducing menjadi topik awal dalam my mag, sesuai dengan KD 3.1 -3.2 dan
4.1- 4.2. Kemudian dilanjutkan dengan
topik my daily activity ( sesuai KD
3.3 dan 4.3). Topik selanjutnya adalah my family ( KD 3.4 dan 4.3) dan I love ….(KD 3.5 dan 4.5)
Contoh – contoh sampul my
mag
Di awal semester penulis
sudah menginformasikan kepada siswa bahwa tugas- tugas yang sudah dikerjakan
dan dikoreksi harus ditempel di majalah.
Jadi semisal penulis meminta siswa membuat teks tulis tentang daily
activity (KD 4.2), memperagakannya di depan kelas, selama proses
tersebut, penulis membuat koreksi- koreksi sekaligus penilaian kepada siswa,
sesudah mendapat revisi dan masukan, siswa menulis kembali teks daily activitynya
dalam majalah sebagai dokumennya
IV.
FAKTOR PENDUKUNG
Salah satu ciri khas kurikulum 2013 dibandingkan
dengan kurikulum terdahulu adalah dalam kurikulum 2013 ini kreatifitas siswa
lebih dihargai dan dimaksimalkan. Bagi
penulis ini adalah faktor pendukung terpenting karena berhubungan dengan minat
dan imajinasi siswa. Penulis tidak
membatasi kreatifitas tersebut, siswa bisa menggunakan bahan, tulisan, warna
sesuai yang mereka inginkan. Penulis
membebaskan siswa bereksperimen dengan majalahnya. Siswa bisa menggunakan pita
warna- warni, gambar kartun, gambaran sendiri atau pernak- pernik untuk
menghias majalahnya.
Faktor
pendukung yang lain adalah antusias siswa dalam membuat portofolio my mag ini. Mereka sangat menikmati saat- saat harus
menempel tugas dan menghias majalahnya.
Mereka juga bisa berbagi bahan dengan teman. Pada awal mula pembuatan my mag, penulis memandu siswa membuat majalah tersebut. Membimbing siswa untuk membuat majalah sesuai
dengan keinginan mereka dengan tanpa harus mengorbankan isinya. Pada sesi – sesi selanjutnya siswa
mengerjakan berkelompok seusai pulang sekolah.
Faktor dukungan dari sekolah juga sangat
membantu siswa. Dengan adanya free
hotspot siswa dapat browsing materi, gambar, atau bahan lainnya dengan leluasa
dan gratis. Bahan- bahan kertas , alat
tulis, pensil warna, lem dan lain sebagainya juga tersedia di koperasi sekolah
dengan harga yang terjangkau. Siswa juga
bisa membeli secara patungan dan
digunakan bersama- sama.
Siswa
secara berkelompok berbagi bahan dan bekerja sama
Siswa
sedang menunjukkan hasil karya my mag
nya
V.
LANGKAH- LANGKAH KEGIATAN
Dalam
pembuatan portofolio my mag
ini penulis melaksanakan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian
sebagai bagian dari proses kegiatan belajar mengajar di kelas.
a)
Perencanaan kegiatan Portofolio my mag
Berikut ini adalah beberapa langkah yang
dilakukan penulis dalam merencanakan kegiatan portofolio.
(1)
Menentukan kompetensi dasar (KD) yang akan dicapai melalui tugas
portofolio pada awal semester dan diinformasikan kepada siswa.
NO
|
KOMPETENSI DASAR
|
TAGIHAN
|
WAKTU PELAKSANAAN
|
1.2
Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa
pengantar komunikasi internasional yang diwujudkan dalam semangat belajar.
2.2. Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, percaya diri, dan bertanggung
jawab dalam melaksanakan komunikasi transaksional dengan guru dan teman.
|
|||
1
|
3.1 Memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada ungkapan
sapaan,
pamitan, ucapan terimakasih, dan permintaan maaf, serta responnya, sesuai
dengan konteks penggunaannya.
4.2
Menyusun teks lisan dan tulis sederhana untuk menyatakan,
menanyakan, dan merespon perkenalan diri, dengan sangat
pendek dan sederhana, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
|
Topik ‘Greeting’ sebagai sampul my mag, meliputi identitas majalah
seperti edisi, tanggal penerbitan, foto siswa dan ‘greeting’ yang berisi
sapaan kepada pembaca dan perkenalan diri
|
Minggu pertama bulan September
|
2
|
3.1 Memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada ungkapan
perkenalan diri, serta responnya, sesuai dengan konteks
penggunaannya.
4.2Menyusun
teks lisan dan tulis sederhana untuk menyatakan, menanyakan, dan merespon
perkenalan diri, dengan sangat pendek dan sederhana, dengan memperhatikan
fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai
konteks.
|
Topik perkenalan diri yang berisi
informasi rinci siswa berkenaan dengan hobi, hal- hal yang disukai siswa
seperti warna, makanan, atau artis
|
Minggu ketiga bulan september
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar